Mungkin hanya angan
Harapan untuk bermimpipun tak pernah ada
Meski hanya satu detik
Pengukir ragaku..
Lelaki gagah
Seorang ayah
Tak ada cerita tentang dia
Tak ada halus tangan kekar
mengelus rambutku
Ayah
Kini usiaku telah matang
Bahkan sangat matang
Yang mungkin sebentar lagi menusulmu
Tapi
mengapa kau tak pernah hadir
meskipun di dalam mimpi
Mengapa tak kau kabarkan
Di mana tempat semayammu kini
Ayah
Aku Sasongko Wati
Nama yang sangat indah
Warisan satu-satunya darimu
Yang akan tetap ku pakai sampai akhir hayatku
Ayah
Meskipun kau tak islamkan aku
karena beda keyakinan
Cinta
Bakti
Sayangku
Tak menghalangi doa untukmu
Semoga tidurmu nyenyak disana
Semoga doaku
Sirami ruhmu..
Maafkan putrimu ayah
Yang selalu rindukanmu
(Sas)
Posted via Blogaway
Tidak ada komentar:
Posting Komentar