Bias Jingga

Selasa, 28 Oktober 2014

Rempeyek Undur-Undur Laut

Adalah binatang laut yang  bentuknya
saat hidup hampir menyerupai serangga.
Namun ketika digoreng berubah warna hampir mirip kepiting,rasanya gurih.renyah dan tidak amis.
Undur-undur laut atau nama kerenya orang jawa tengah,terutama Kebumen,Pantai Widarapayung adalah YUTUK.
Peyek Yutuk adalah cemilan khas dipesisir pantai,rasanya yang gurih dan renyah membuat lidah bergoyang,apalagi dimakan dengan lotek/pecel atau rujak sayur,akan sangat nikmat,tapi awas bila tak pernah makan,jangan terlalu banyak makan peyek Yutuk,karena akan mengakibatkan sakit kepala.



      Rempeyek Yutuk



Tapi menurut literatur Emerita sp . mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi.
Dalam setiap 100 g (berat kering) undur-undur laut mengandung mineral Besi (Fe)
sebesar 2,44 mg dan Tembaga (Cu) sebesar 0,348 mg.
disamping protein (30-40 % berat bahan), lemak serta mineral lain. Sebagai hewan yang termasuk crustacea,
undur-undur laut diduga merupakan penghasil khitin
yang cukup besar. Disamping itu, undur-undur laut
mengandung asam lemak omega-3 yang cukup tinggi
sekitar 0,29-0,32 %. Yang seperti kita tahu,omega-3
berguna untuk pertumbuhan otak.
Nah demikian sekelumit tentang undur-undur laut atau Yutuk.
Apabila kecilacap mampirlah kepantai Widarapayung,atau keKebumen Pantai Petanahan.Jawa Tengah.
Yook cintailah kenali makanan khas daerah kita masing-masing,pasti lebih seru dan nikmat.

Senin, 13 Oktober 2014

The Magic of Makeup

Kata siapa make up
hanya bisa membuat
wanita tampak cantik?
Make up juga ternyata
bisa membuat kaum hawa
yang cantik nampak
menyeramkan.
Dandanan seperti ini biasanya
untuk acara-acara tertentu,seperti
Halloween,aksi demo,atau sekedar membuat takut tetangga.
Bagi yang kesulitan mencari model make up yang menyeramkan,saya memberikan berbagai contoh model ini,
yang diambil dari berbagai sumber.
Yook lihat dibawah ini,mungkin ada pilihan.




































P

.
























































































Demikian foto-foto make up yang telah merubah wajah menjadi seram,yang diambil dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat.

(dari berbagai sumber)

Senin, 11 Agustus 2014

Hari - Hari Terakhir Bung Karno (bagian 2-habis)

Tak lama setelah Bung Karno dipindahkan ke
Bogor, datanglah Rachmawati. Ia melihat
ayahnya dan menangis keras-keras saat tahu
wajah sang ayah bengkak-bengkak dan sulit
berdiri. Saat melihat Rachmawati, Bung Karno
berdiri lalu terhuyung dan jatuh. Ia merangkak
dan memegang kursi. Rachmawati langsung
teriak menangis.




Malamnya Rachmawati memohon pada
Bapaknya agar pergi ke Jakarta saja dan
dirawat keluarga. “Coba aku tulis surat
permohonan kepada Presiden,” kata Bung
Karno dengan suara terbata. Dengan tangan
gemetar Bung Karno menulis surat agar dirinya
bisa dipindahkan ke Jakarta dan dekat dengan
anak-anaknya.



Rachmawati adalah puteri Bung Karno yang
paling nekat. Pagi-pagi setelah mengambil
surat dari bapaknya, Rachma langsung ke Cendana. Di Cendana ia
ditemui Bu Tien yang kaget saat melihat Rachma ada di teras
rumahnya.


“Lho, Mbak Rachma ada apa?” tanya Bu Tien, kaget. Bu Tien memeluk
Rachma, setelah itu Rachma bercerita tentang nasib bapaknya. Hati
Bu Tien tersentuh dan menggenggam tangan Rachma. Sambil
menggenggamnya, Ibu Tien mengantarkan Rachma ke ruang kerja Pak
Harto.



“Lho, Mbak Rachma... ada apa?” sapa Pak Harto dengan nada santun.
Rachma-pun menceritakan kondisi Bapaknya yang sangat tidak
terawat di Bogor. Pak Harto berpikir sejenak dan kemudian menuliskan
memo yang memerintahkan anak buahnya agar Bung Karno dibawa ke
Jakarta. Diputuskan Bung Karno akan dirawat di Wisma Yaso.
Bung Karno lalu dibawa ke Wisma Yaso, tapi kali ini perlakuan tentara
padanya malah lebih keras


Bung Karno sama sekali tidak
diperbolehkan keluar dari kamar. Seringkali ia dibentak bila akan
melakukan sesuatu.
Suatu saat Bung Karno tanpa sengaja menemukan lembaran koran
bekas bungkus sesuatu. Koran itu langsung direbut dan ia dimarahi.


Kamar Bung Karno berantakan sekali. Jorok dan bau. Memang ada
yang merapihkan tapi tidak serius. Dokter yang diperintahkan untuk
merawat Bung Karno, Mahar Mardjono nyaris menangis karena sama
sekali tidak ada obat-obatan yang bisa digunakan Bung Karno. Ia tahu
obat-obatan yang ada di laci Istana sudah dibuangi atas perintah
seorang perwira tinggi. Mahar hanya bisa memberikan vitamin dan
royal jelly yang sesungguhnya hanya madu biasa. Jika sulit tidur
Bung Karno diberi vallium. Sukarno sama sekali tidak diberikan obat
untuk meredakan sakit akibat ginjalnya yang tidak berfungsi.
Banyak rumor beredar di masyarakat bahwa Bung Karno hidup
sengsara di Wisma Yaso. Beberapa orang diketahui akan nekat
membebaskan Bung Karno, bahkan ada satu pasukan khusus KKO
dikabarkan sempat menembus penjagaan dan berhasil masuk ke
dalam kamar Bung Karno. Tapi Bung Karno menolak untuk ikut karena
itu berarti akan memancing perang saudara.
Pada awal tahun 1970 Bung Karno datang ke rumah Fatmawati untuk
menghadiri pernikahan Rachmawati. Bung Karno yang jalan saja
susah datang ke rumah isterinya itu. Wajah Bung Karno bengkak-
bengkak.


Ketika tahu Bung Karno datang ke rumah Fatmawati, banyak orang
langsung berbondong-bondong ke menuju kesana. Sesampainya di
depan rumah mereka berteriak

“Hidup Bung Karno….hidup Bung Karno….Hidup Bung Karno…!!!”


Sukarno yang reflek karena ia mengenal
benar gegap gempita seperti ini, seketika
tertawa dan melambaikan tangan. Tapi
dengan kasarnya tentara menurunkan
tangan Sukarno dan menggiringnya ke
dalam. Bung Karno paham dia adalah
tahanan politik.
Masuk ke bulan Februari penyakit Bung
Karno parah sekali. Kini ia tidak kuat
berdiri, tidur saja. Tidak boleh ada orang
yang bisa masuk. Ia sering berteriak
kesakitan. Biasanya penderita penyakit
ginjal memang akan diikuti kondisi psikis
yang kacau.
Ia berteriak
”Sakit….Sakit ya Allah…Sakit…”
tapi tentara pengawal diam saja karena
diperintahkan begitu oleh komandan.


Sampai-sampai ada satu tentara yang
menangis mendengar teriakan Bung Karno
di depan pintu kamar.

Kepentingan politik
tak bisa memendung rasa kemanusiaan,
dan air mata adalah bahasa paling jelas
dari rasa kemanusiaan itu.





Bung Hatta yang dilapori kondisi Bung
Karno seketika menulis surat pada
Suharto dan mengecam caranya merawat
Sukarno. Di rumahnya Hatta duduk di
beranda sambil menangis sesenggukan, ia teringat sahabatnya itu.


Lalu Hatta bicara pada isterinya Rachmi
untuk bertemu dengan Bung Karno.
“Kakak tidak mungkin kesana, Bung Karno
sudah jadi tahanan politik”.
Hatta menoleh pada isterinya dan berkata
“Sukarno adalah orang terpenting dalam
pikiranku, dia sahabatku... kami pernah
dibesarkan dalam suasana yang sama
agar negeri ini merdeka. Bila memang ada
perbedaan diantara kita itu lumrah tapi
aku tak tahan mendengar berita Sukarno
disakiti seperti ini”.
Hatta menulis surat dengan nada tegas
kepada Suharto untuk dapat bertemu
Sukarno. Ajaibnya surat Hatta langsung
disetujui. Ia diperbolehkan menjenguk
Bung Karno.


Hatta datang sendirian ke kamar Bung
Karno yang sudah hampir tidak sadar,
tubuhnya tidak kuat menahan sakit ginjal.
Bung Karno membuka matanya. Hatta
terdiam dan berkata pelan,
“Bagaimana kabarmu, No”
Hatta, tercekat. Matanya sudah basah.
Bung Karno berkata pelan dan tangannya
berusaha meraih lengan Hatta, “Hoe gaat
het met Jou?” kata Bung Karno dalam
bahasa Belanda. " Bagaimana pula
kabarmu, Hatta?"


Hatta memegang lembut tangan Bung
Karno dan mendekatkan wajahnya. Air
mata Hatta mengenai wajah Bung Karno
dan Bung Karno menangis seperti anak
kecil. Dua proklamator bangsa ini
menangis. 





Di sebuah kamar yang bau dan jorok,
kamar yang menjadi saksi ada dua orang
yang memerdekakan bangsa ini di akhir
hidupnya merasa tidak bahagia. Suatu
hubungan yang menyesakkan dada.
Tak lama setelah Hatta pulang, Bung
Karno meninggal sama seperti
 pada saat

proklamasi tahun 1945, dimana Bung
Karno menunggu Hatta di kamar dahulu
sebelum mau mengucap Proklamasi. Saat
kematiannya-pun Bung Karno juga seolah
menunggu Hatta dulu, baru ia berangkat
menemui Tuhan.
Mendengar kematian Bung Karno rakyat
berjejer-jejer berdiri di jalan. Rakyat
Indonesia dalam kondisi bingung. Banyak
rumah yang isinya hanya orang menangis
karena Bung Karno meninggal, tapi tentara
memerintahkan agar jangan ada rakyat
yang hadir di pemakaman Bung Karno.
Bung Karno ingin dikesankan sebagai
pribadi yang senyap.
Tapi sejarah akan kenangan tidak bisa
dibohongi. Rakyat tetap saja melawan
untuk hadir.
Hampir 5 kilometer orang antre untuk
melihat jenazah Bung Karno, di pinggir
jalan Gatot Subroto banyak orang
berteriak menangis. Di Jawa Timur tentara
yang melarang rakyat melihat jenasah
Bung Karno menolak dengan hanya
duduk-duduk di pinggir jalan. Mereka
diusiri tapi datang lagi. Tahu sikap rakyat
seperti itu tentara menyerah. Jutaan org
Indonesia berhamburan di jalanan pada
21 Juni 1970. Hampir semua orang yang
rajin menulis catatan hariannya pasti
mencatat tanggal itu sebagai tanggal
meninggalnya Bung Karno dengan rasa
sedih.



Koran-koran yang isinya hanya menjelek-
jelekkan Bung Karno sontak tulisannya
berbalik jadi memuja Bung Karno. Bung
Karno yang sewaktu sakit dirawat oleh
dokter hewan, tidak diperlakukan dengan
secara manusiawi.






Namun, Yang Kuasa berkehendak lain.
Bung Karno mendapatkan keagungan yang
luar biasa saat dia meninggal. Jutaan
rakyat berjejer di pinggir jalan, mereka
melambaikan tangan dan menangis.
Mereka berdiri kepanasan, ketakutan
diintimidasi tentara, namun tetap berdiri
dengan rasa cinta


Bukan sebuah
keterpaksaan. Bahkan hingga jauh malam,
jauh keesokan harinya, ribuan manusia
mendatangi makam Bung Karno. Mereka
terduduk, menangis, meski tentara
berusaha ektra keras mencegah jubelan
rakyat.
Dan sejarah menjadi saksi bagaimana
sebuah rezim memperlakukan orang yang
kalah, walaupun orang yang kalah itu
adalah orang yang memerdekakan
bangsanya. Orang yang menjadi alasan
terbesar mengapa Indonesia harus berdiri,
namun dia diperlakukan layaknya
binatang. Kesepian, dan terbuang.


Ahh... Bapak!


Apakah kau menyesal, Pak? Saat menolak
tawaran dosenmu untuk menjadi seorang
arsitek mapan dan justru memilih
melakukan pergerakan kebangsaan?
Ah.... pertanyaan bodoh.
Tentu kau tak menyesal. Sedikitpun tidak.
Bilapun waktu bisa diulang, diputar
kembali, kau pasti akan tetap memilih
menjadi seorang Bung Karno.
Orang-orang mengira kau telah mati. Tapi
mereka salah. Kau tetap hidup hati tiap
rakyat Indonesia, bersama Pancasila...


...bersama Pancasila, dan semua harapan!

Minggu, 10 Agustus 2014

Hari-Hari Terakhir Sang Proklamator Bagian Pertama

Tak lama setelah mosi tidak percaya parlemen bentukan (Nasution) di tahun 1967 dan MPRS menunjuk Suharto sebagai Presiden RI,


 Bung Karno menerima surat untuk segera meninggalkan Istana Merdeka dalam waktu 2 x 24 jam. Bung Karno tidak diberi waktu untuk menginventarisir barang-barang pribadinya. Wajah-wajah tentara yang mengusir Bung Karno juga tak bersahabat. “Bapak harus cepat meninggalkan Istana ini dalam waktu dua hari dari sekarang!” tegas mereka.


 Bung Karno pergi ke ruang makan dan melihat Guruh sedang membaca sesuatu disana. “Mana kakak-kakakmu?” tanya Bung Karno. Guruh menoleh ke arah bapaknya lantas berkata, “Mereka pergi ke rumah Ibu”. Rumah ibu yang dimaksud adalah rumah Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru.


 Bung Karno berkata lagi, “Mas Guruh, Bapak 
tidak boleh lagi tinggal di Istana ini lagi, kamu persiapkan barang-barangmu. Jangan kamu ambil lukisan atau hal lain, itu punya negara,” kata Bung Karno, lalu Bung Karno melangkah ke arah ruang tamu Istana. Disana ia mengumpulkan semua ajudan- ajudannya yang setia. 

Beberapa ajudannya sudah tidak kelihatan, ia maklum. Ajudan itu sudah ditangkapi karena diduga terlibat Gestapu. “Aku sudah tidak boleh tinggal di Istana ini lagi. Kalian jangan mengambil apapun. Lukisan-lukisan itu, souvenir dan macam- macam barang. Itu milik negara,” begitu Beliau berpesan.

 Semua ajudan menangis saat tahu Bung Karno mau pergi. “Kenapa Bapak tidak melawan, kenapa dari dulu bapak tidak melawan?” salah satu ajudan separuh berteriak memprotes tindakan diam Bung Karno.









Kalian tau apa,” sergah Bung Karno, “kalau saya melawan nanti perang saudara. Perang saudara itu sulit, jikalau perang dengan Belanda jelas: hidungnya beda dengan hidung kita. Perang dengan bangsa sendiri tidak, wajahnya sama dengan wajahmu, keluarganya sama dengan keluargamu. Lebih baik saya yang robek dan hancur daripada bangsa saya harus perang saudara.” Tiba-tiba beberapa orang dari dapur berlarian saat mendengar Bung Karno mau meninggalkan Istana. “Pak kami memang tidak ada anggaran untuk masak, tapi kami tidak enak bila bapak pergi, belum makan. 



Biarlah kami patungan dari uang kami untuk masak agak enak dari biasanya.” Sejak hari-hari sebelumnya, militer memang setengah menyetop pasokan dana ke dapur Istana, tempat Bung Karno dan keluarganya makan. Ah, sudahlah,” ujar Bung Karno sambil tertawa. “Sayur lodeh basi tiga hari itu malah enak, kalian masak sayur lodeh saja. Aku ini perlunya apa.” Di hari kedua, saat Bung Karno sedang membenahi baju-bajunya, datang perwira suruhan Orde Baru. “Pak, Bapak harus segera meninggalkan tempat ini”. Terlihat beberapa tentara sudah memasuki ruang tamu dan menyebar sampai ke ruang makan. Mereka juga berdiri di depan Bung Karno dengan senapan terhunus. Bung Karno segera mencari koran bekas di pojok kamar.


 Dalam pikirannya, Bung Karno takut bendera pusaka akan diambil oleh tentara. Lalu dengan cepat Bung Karno membungkus bendera pusaka dengan koran bekas dan ia masukkan ke dalam kaos oblong. Bung Karno berdiri sebentar menatap tentara-tentara itu, namun beberapa perwira mendorong tubuh Bung Karno untuk keluar kamar. Sesaat ia melihat wajah ajudannya, Saelan. “Aku pergi dulu,” kata Bung Karno terburu-buru. “Bapak tidak berpakaian rapih dulu, Pak?” Saelan separuh berteriak. Bung Karno hanya mengibaskan tangannya. Bung Karno langsung naik VW Kodok, satu-satunya mobil pribadi yang ia punya dan meminta sopir mengantarkannya ke Ja
lan Sriwijaya, rumah Ibu Fatmawati.





 Di rumah Fatmawati, Bung Karno hanya duduk seharian saja di pojokan halaman, matanya kosong. Ia meminta bendera pusaka dirawat hati-hati. Bung Karno kerjanya hanya mengguntingi daun-daun di halaman. Kadang-kadang ia memegangi dadanya yang sakit. Ia sakit ginjal parah namun obat yang biasanya diberikan sudah tidak boleh diberikan. Sisa obat di Istana telah dibuangi. 



 
Suatu saat Bung Karno mengajak ajudannya yang bernama Nitri untuk jalan-jalan. Nitri adalah orang Bali. Saat melihat duku, Bung Karno jadi ingin, tapi dia tidak punya uang. “Aku pengen duku, Tri. Sing ngelah pis , aku tidak punya uang.” Nitri yang sebenarnya hanya memiliki uang pas-pasan juga melihat ke dompetnya. Ia merasa cukuplah untuk membeli duku sekilo. 


 Lalu Nitri mendatangi tukang duku dan berkata, “Pak, bawa dukunya ke orang yang ada di dalam mobil”. Tukang duku itu berjalan dan mendekat ke arah Bung Karno. “Mau pilih mana, Pak? Manis- manis, nih.” sahut tukang duku dengan logat betawi kental. Bung Karno dengan tersenyum senang berkata, “coba kamu cari yang enak.” Tukang duku itu mengernyitkan dahinya. Ia merasa kenal dengan suara ini. Lantas tukang duku itu berteriak, “Bapak… Bapak…. Bapak… Itu Bapak… BAPAAK!!!” Tukang duku malah berlarian ke arah teman-temannya di pinggir jalan. ”Ada Pak Karno, Ada Pak Karno….” 



Mereka berlarian ke arah mobil VW Kodok warna putih itu dan dengan serta merta para tukang buah memberikan aneka buah- buah pada Bung Karno. Awalnya Bung Karno tertawa senang. Ia terbiasa menikmati kebersamaan dengan rakyatnya. Tapi keadaan berubah kontan dalam pikiran Bung Karno: ia takut rakyat yang tidak tahu apa-apa ini lantas digelandang tentara gara-gara dekat dengan dirinya. “Tri, berangkat! Cepat!” perintah Bung Karno. Ia melambaikan tangan ke rakyatnya yang terus-menerus memanggil namanya. Bahkan ada yang sampai menitikkan air mata. Mereka tahu pemimpinnya dalam keadaan susah.



 Mengetahui bahwa Bung Karno sering keluar dari Jalan Sriwijaya, membuat beberapa perwira pro Suharto tidak suka. Tiba-tiba satu malam ada satu truk (truk? ya ampun!) ke rumah Fatmawati dan mereka memindahkan Bung Karno ke Bogor. Di Bogor ia dirawat oleh dokter hewan. Ya, kau tak salah dengar. Proklamator negara kita ini di akhir masanya dirawat oleh dokter hewan. 

 Dan penderitaan Bapak belum berhenti sampai sana.

Senin, 04 Agustus 2014

AKU MELIHAT INDONESIA(Soekarno)


Jika aku berdiri di pantai Ngliyep...
Aku mendengar lautan Indonesia bergelora...
Membanting di pantai Ngeliyep itu...
Aku mendengar lagu –sajak Indonesia...

Jikalau aku melihat...
Sawah menguning menghijau...
Aku tidak melihat lagi...
Batang padi menguning – menghijau..
Aku melihat Indonesia...

Jika aku melihat gunung-gunung...
Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung
Merbabu...
Gunung Tangkupan Prahu, gunung
Klebet...
Dan gunung-gunung yang lain...
Aku melihat Indonesia...

Jikalau aku mendengar pangkur palaran...
Bukan lagi pangkur palaran yang
kudengarkan....
Aku mendengar Indonesia...

Jika aku menghirup udara ini...
Aku tidak lagi menghirup udara...
Aku menghirup Indonesia...
Jika aku melihat wajah anak-anak di
desa-desa...
Dengan mata yang bersinar-sinar...
(berteriak) Merdeka! Merdeka!, Pak!
Merdeka!...

Aku bukan lagi melihat mata manusia...
Aku melihat Indonesia!...

Jumat, 25 Juli 2014

Merah Putih

Kibarmu ....
Diantara batu-batu beton
Kibarmu ,,,,
Diantara rumput-rumput liar
Kibarmu ,,,,
Diantara Kebersamaan
Diantara perjuangan

Merah Putih Melambai
Melambaikan rasa persatuan
Aku,
Kamu.
Terikat dalam Cinta
Indonesia.

Merah Putih
Keberaniamu laksana api menyulut
dalam semangatku,,
Keiklasanmu  dalam berbagi
menggugah nuraniku...

Kepalan tanganmu
Mengobarkan semangat
Membela ketidak adilan...
Teriak Lantangmu
Membahana.
Sampai penjuru dunia..

Merah Putih,,,
Yah Merah Putih,,,
Pemersatu
Antara kau dan aku
Berjuang
Berkarya
Diantara bangunan Negeri Beton

Singsingkan lengan baju
Bersama,
Saling.
Asah
Asih
Asuh....

Merah Putih
Tetaplah berkibar
Disanubari
Dihati
Diantara kami
Bersatu dalam Berjuang,,

Senin, 21 Juli 2014

Kata-Kata Bijak Bung Karno

Ir. Soekarno lahir di Blitar, Jawa Timur,
6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21
Juni 1970 pada umur 69 tahun adalah
Presiden Indonesia pertama yang
menjabat pada periode 1945 – 1966. Ia
memainkan peranan penting untuk
memerdekakan bangsa Indonesia dari
penjajahan Belanda. Ia adalah penggali
Pancasila. Ia adalah Proklamator
Kemerdekaan Indonesia (bersama
dengan Mohammad Hatta) yang terjadi
pada tanggal 17 Agustus 1945. Tapi
apakah kita semua masih ingat kata-
kata mutiara  Putra Sang Fajar ?Berikut kata-kata bijak dari Bung Karno.


“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya
akan kucabut semeru dari akarnya,
berikan aku 1 pemuda, niscaya akan
kuguncangkan dunia”
--- Ir. Soekarno ---


“Tidak seorang pun yang menghitung-
hitung berapa untung yang kudapat
nanti dari Republik ini, jikalau aku
berjuang dan berkorban untuk
mempertahankannya”
--- Ir. Soekarno ---


“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian,
bahwa kekuasaan seorang presiden
sekalipun ada batasnya. Karena
kekuasaan yang langgeng hanyalah
kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya
adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha
Esa.”
--- Ir. Soekarno ---


“Apabila di dalam diri seseorang masih
ada rasa malu dan takut untuk berbuat
suatu kebaikan, maka jaminan bagi
orang tersebut adalah tidak akan
bertemunya ia dengan kemajuan
selangkah pun”
--- Ir. Soekarno ---


“Bangsa yang besar adalah bangsa yang
menghormati jasa pahlawannya.”
--- Ir. Soekarno


“Perjuanganku lebih mudah karena
mengusir penjajah, tapi perjuanganmu
akan lebih sulit karena melawan
bangsamu sendiri.”
--- Ir. Soekarno ---


“Bangsa yang tidak percaya kepada
kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa,
tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa
yang merdeka.”
--- Ir. Soekarno ---

"Bangunlah Suatu dunia dimana semua
bangsa hidup dalam damai dan
persaudaraan"
--- Ir. Soekarno ---


“Kita belum hidup dalam sinar bulan
purnama, kita masih hidup di masa
pancaroba,
tetaplah bersemangat elang rajawali “
--- Ir. Soekarno ---


“Janganlah mengira kita semua sudah
cukup berjasa dengan segi tiga warna.
Selama masih ada ratap tangis di
gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai !
Berjuanglah terus dengan mengucurkan
sebanyak-banyak keringat.”
--- Ir. Soekarno ---


“Janganlah melihat ke masa depan
dengan mata buta!
Masa yang lampau adalah berguna
sekali untuk menjadi kaca bengala dari
pada masa yang akan datang.”
--- Ir. Soekarno ---


Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita
ialah, kita kurang percaya diri kita
sebagai bangsa, sehingga kita menjadi
bangsa penjiplak luar negeri, kurang
mempercayai satu sama lain, padahal
kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong
Royong”
--- Ir. Soekarno ---


“Aku Lebih suka lukisan Samodra yangbergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yangadem ayem tentrem, “Kadyo siniramwayu sewindu lawase”

-- Ir. Soekarno ---


“Laki-laki dan perempuan adalah
sebagai dua sayapnya seekor burung.
Jika dua sayap sama kuatnya, maka
terbanglah burung itu sampai ke puncak
yang setinggi-tingginya; jika patah satu
dari pada dua sayap itu, maka tak
dapatlah terbang burung itu sama
sekali.”
--- Ir. Soekarno ---


" Bermimpilah Setinggi Langit. Jika
engkau jatuh, Engkau Akan Jatuh
Diantara Bintang-Bintang".
--- Ir. Soekarno -


Kita bangsa besar, kita bukan

bangsa tempe. Kita tidak akan

mengemis, kita tidak akan minta-minta

apalagi jika bantuan-bantuan itu

diembel- embeli dengan syarat ini

syarat itu ! Lebih baik makan gaplek

tetapi merdeka, dari pada makan stik

tetapi budak. [Pidato HUT Proklamasi,

1963]

....Ir Sukarno

Demikian kata-kata bijak dari Ir.Sukarno.
Semoga bermanfaat.

(dari berbagai Sumber)

Senin, 14 Juli 2014

GAZA MENANGIS.GAZA MENJERIT

Air mata bercampur darah
Bau mesiu bercampur amis
Jerit tangis anak-anak kehilangan orang tua.

Tulang-tulang bercampur serpihan tembok hancur
Sekujur tubuh bocah Palestina berlumur darah
Jerit tangis sang bunda
Iringi jasadmu

Perang....
Yah Perang..
Duka mendalam
Tangis tak terbendung
Keserakahan Sang Zionis mematahkan harapan
Membumi hanguskan cita-cita untuk
anak-anak tak berdosa.

Dengan bengisnya..
Dengan serakahnya...
Mereka kaum Zionis
Meluluh lantakan bumi Gaza
Meluluh lantakan Kaum muslim
Dengan Peluru-peluru
Dengan Bom-bom

Gaza Menangis Darah
Palestina Berduka
Perempuan-perempuan tua renta
Anak-anak berkafan kain seadanya
Jerit tangis  lelaki meratapi anaknya
Mati dalam dekapanya..

Bom,roket...
Perang...
Membabi buta
Merampas hak hidup sang bocah
Merenggang nyawa dihadapan sang Ambisi,,

Yaaa Allah,,,
Tempatkan mereka disorgaMu paling Indah..
Mereka para syuhadha..
Syahidkan mereka Ya Allah,,

Jumat, 27 Juni 2014

Lukisan Alam

Langit biru Membentang luas.,,,,
Dan awan putih  melukis indah
Goresan pena alam
Ciptaan Maha Kuasa
Aku masih berdiri disini
Dibawah cakrawala,
Menjadi pengaggum Ciptaan Ilahi,,

Sinarnya Matahari
Lukiskan warna jingga
Menebarkan bias-bias awan
Ciptakan warna keemasan dan keperakkan

Burung-burung pipit singgah didahan
Lepaskan lelah
Sebentar lagi senja
Bersiul nyanyikan lagu damai

Angin berhembus
Menyibak daun-daun
Kabarkan tentang cerita hari ini
tentang kerinduan anak negeri,,

Nyanyian Alam
Lukisan Alam
Satukan rasa
Satukan syukur
Pada Sang maha Kuasa

Pada Sang Pencipta


Kamis, 15 Mei 2014

Surat pada Emak

Emak,,

Disudut negeri beton ini

Aku bercengkeraman dengan mereka

Wanita-wanita hebat

Wanita-wanita penuh semangat

Emak,,,,?

Disudut vicktoria park ini

Aku berbagi sika duka

Dengan para Serdadu perkasa

Lembut tutur kata

Namun sanggup mengepalkan tangannya

Dan berterial lantang 

Demi membela yang terluka

Emak,,,

Telah kukabarkan padamu

Aku bersama mereka

Mengibarkan merah putih

Mengibarkan semangat

Menyalakan api perjuangan

Dan melawan bentuk segala diskriminasi

Emak,,

Hidupku kini tak sia-sia

Bersama mereka

Wanita-wanta penuh semangat

Bala dewa Merah Putih

Bersama Saling Asah

Saling Asih 

Salig Asuh

Bersama mereka berbagi 

Bersama mereka',,,

Saling pertajam Nurani,,,

Bersama mereka eratkan tali persaudaraan'''

Jumat, 28 Maret 2014

Manfaat serangga yang menjijihkan


Beberapa jenis serangga di benci karena menjijihkan dan kadang-kadang menularkan kuman penyebab berbagai penyakit mematikan,
Disisi lain ternyata keberadaanya memberikan manfaat tertentu bagi ekosistem global,
1.Nyanmuk

Selain menularkan penyakit malaria,nyamuk juga menularkan beberapa penyakit mematikan lainya seperti demam berdarah,chikungnya,dan kaki gajah,

Tanpa ada kuman yang di tularkan'gigitanya itu sendiri sangat menyebalkan karena memicu gatal-gatal dan bintik kemerahan,

Namun beberapa spesies membutuhkan nyamuk dan larva atau jentik-jentiknya untuk di makan,Misalnya katak,kelelawar,tumbuhan seperti kantong semar,Tanpa ada nyamuk kepunahan atau pola migrasi satwa liar bisa terpengaruh.
2.Belatung
Dalam film-film horor,belatung selalu di gambarkan sebagai pemakan bangkai yang menyeramkan sekaligus menjijihkan,kemunculanya pada mayat sering di identikan sebagai azab orang berdosa.
Padahal dalam ilmu pengetahuan,belatung bisa di manfaatkan untuk praktek pengobatan yang di sebut maggot debridement therapy(MDT)
Belatung yang merupakan larva lalat atau kumbang itu di taruh di sebuah luka dengan cara tertentu agar tidak menyebar,sehingga bisa memangsa bakerti penyebab infeksi
3.Lalat
Dimana ada sampah dan bau busuk,di situlah ada lalat akan muncul,Kesan jorok sudah pasti melekat pada serangga terbang yang sulit sekali di tangkap denagan tangan kosong tersebut,sama seperti naymuak,lalat juga di butuhkan oleh beberapa spesies sebagai makana utama,Selain itu telur lalat akan menetas menjadi belatung dan membantu penguraian sampah dan material organik yang mengotori lingkungan.
4.Kecoa
Permukaan tubuh yang yang mengkilap tidak mengurangi kesan jorok serangga yang satu ini.
Warna hitam dan antena kecoa yang selalu bergerak sering merangsang refleks untuk mengambil sapu lalu memukuklnya.
Padahal sebenarnya kecoa memiliki perilaku hidup bersih yang setara dengan kucing,yakni,sering menjilati tubuhnya sendiri agar selalu higienis.
Disamping itu penelitian membuktikan otak kecoa mengandung senyawa anti baketri yang bisa membasmi kuman super,

Posted vi Teratai Jingga( TSW)


Posted via Blogaway

Selasa, 25 Maret 2014

Merah Putih

Hadirmu
Seperti bara di jiwaku
Semangatmu
Seperti pangeran Diponegoro
Perang melawan ketidak adilan

Merah Putih
Tertanam di Jiwaku
Terkibar di Sanubariku

Engkau Merah Putih
Warna penuh makna
Berani
Dan
Suci..
Tetap tegak sang Saka
Kibarkan di luasnya angkasa
Bersatu padu di bawah gagahnya
Merah Putih

Aku
Kau
Kami
Kita
Adalah Satu
Lahir di bumi yang sama
Ibu Pertiwi
Indonesia.

Posted via T.Sasobgko W.


Posted vi Teratai Jingga( TSW)

Minggu, 23 Maret 2014

Ini Aku Ayah

Mungkin hanya angan
Harapan untuk bermimpipun tak pernah ada
Meski hanya satu detik
Pengukir ragaku..
Lelaki gagah
Seorang ayah

Tak ada cerita tentang dia
Tak ada halus tangan kekar
mengelus rambutku

Ayah
Kini usiaku telah matang
Bahkan sangat matang
Yang mungkin sebentar lagi menusulmu

Tapi
mengapa kau tak pernah hadir
meskipun di dalam mimpi
Mengapa tak kau kabarkan
Di mana tempat semayammu kini

Ayah
Aku Sasongko Wati
Nama yang sangat indah
Warisan satu-satunya darimu
Yang akan tetap ku pakai sampai akhir hayatku

Ayah
Meskipun kau tak islamkan aku
karena beda keyakinan
Cinta
Bakti
Sayangku
Tak menghalangi doa untukmu
Semoga tidurmu nyenyak disana
Semoga doaku
Sirami ruhmu..
Maafkan putrimu ayah
Yang selalu rindukanmu
         
       (Sas)


Posted via Blogaway

Jumat, 24 Januari 2014

Anak Miskin Harus Sekolah

Langkahnya riang
Sepatu buntut berlubang
Tak halangi semangatnya
Jelang pagi
Ketika mentari bersinar
Merah Putih seragam bekas
Nampak kusut tak tersentuh setrika
Baju putih nampak kecoklatan






Hitam...
Kulitmu
Namun tidak hatimu
Engkau anak Bangsa
Semangatmu tetap Membara
Raih Cita agar dunia dapat kau raih
Orang miskin Harus Sekolah
Jalan halal kau tempuh..
Meski berliku

Selasa, 14 Januari 2014

Untuk Ayah

Dia
Ayahku
Hanya ada dalam bayanganku
Dia
Ayahku
Tak pernah datang dalam mimpiku
Sejuta rasa
Sejuta cinta
Sejuta rindu
Untuk ayah

Lihat ayah
Aku telah jadi wanita tangguh
Meski tanpa hadirmu di seumur hidupku
Tapi Ayah
Engkau selalu hadir dalam hatiku
Mencintaimu setiap detak jantungku
Ayah
Doaku setia mengiringi di pangkauNya

Ayah
Putrimu tumbuh kuat
Sekuat batu karang
Setangguh srikandi Indonesia
Ayah
Putrimu rindu
                      (untuk Ayah)


Minggu, 12 Januari 2014

Srikandi

Tenang...
Dan
Tenang....
Seperti air...
Seperti angin berhembus sejuk
Berdiri tegak
Laksana batu karang
Tak mudah terhempas

Ombak ...
Sapuan lepas
Terjang pasir
Semangatmu

Aku Srikandi Indonesia
Tetap menjujung
Tanah Air
Indonesia


Kamis, 09 Januari 2014

Mawar itu

Tenang...
Dan tenang..
Serasa damai hati..
Sapamu...
Senyummu..
Candamu..
Getarkan seluruh nadi...

Aku terhenyak dalam diam..
Setangkai mawar untukku...
Masih wangi ..
Masih segar...
Kau Sang Bayu...
Yah Sang Bayu.
Karena hadirmu
Seperti angin pagi itu..

Mawar...
Mawar ini masih tersimpan rapi
Meski telah layu mengering...
Tapi tidak cintaku...
Tapi tidak rasaku..
Engkau tetap kekasih...


Jumat, 03 Januari 2014

Malam sunyi ini

Angin berhembus lirih
Gelap malam sepi
Terdiam dalam sunyi
Sendiri..
Masih sendiri di bilik ini

Hanya suara detak nafas
Tanpa suara
Angin mencumbuku
Tak terusik diriku..
Aku Sepi..
Aku sunyi..
Ada yang hilang..
Selembar cinta
Buram rasaku
Lemah di jiwaku
Satu..
Ku ingin hadirnu


Selasa, 19 November 2013

Bulan Mengambang

Bulan malam ini
Masih mengambang...
Bahkan lebih tinggi..
Redup cahayamu. .
Suram alammu...

Aku masih di sini ..
Di balik jendela..
Memandang tanpa daya..
Aaah..
Hembusan angin malam ini..
Mengajakku dalam sepimu..
Sapuan dingin sang malam..II
Menggigil dalam sepi...

Seperti bulan yang mengambang itu...
Tinggi...
Seperti anganku
Tinggi...
Aahh...
Mungkinkah
Terbeli Anganku..?


Rabu, 30 Oktober 2013

Sebuah ujian Hidupku

Meringkuk aku di garasi tua...
Dingin,dan penat menjadi satu
Si nyonya tua sungguh terlalu
Memperlakukanku bak sampah
Sedih,luka.teraniaya..
Sungguh tak manusiawi
Hanya karena ku tak mau nambah kontrak....di perlakukan seperti ini
Tidur di garasi pengab...tanpa ventilasi...bahkan untuk berdiri,kepalaku menyentuh atap langit..
Aku ingin menangis...
Aku ingin menjerit...
Tapi malu..
Malu kalah dengan keadaan..
dan aku meski bertahan .
berjuang untuk keluarga di sebrang sana..

Sungguh hari-hari yang sangat sulit.AC yang berjumlah puluhan itu aku yang di suruh mencuci dan membersihkan...tanpa ada teman yang membantuku...teman yang berjumlah 3 orang itu...tak dapat menolongku....
Aaah.....uang....lagi -lagi dolar membuat mereka angkuh...
Hari-hari telah lewat...
ku lewati dengan penuh ketabahan..
Saatnya aku lepas dari sarang iblis ini..
Ujian belum selesai..
Koperku dicek di kantor nyonya tua itu..
ku angkat di depan matanya...
biar mata mereka tau apa yang ku bawa..
Muka merah di wajah bos nyonya tuaku...
Akal liciknya bekerja...
aahh...
Tengah malam aku di lepas..
Ada rasa lega...
Ada rasa takut...
berjalan sendiri di hingarnya negeri beton..
Kuseret koper dan tas rangselku
Arah stasiun kereta yang ku tuju
Mencari tempat bermalam..
Aku tak pulang besok pagi..
Karena tiket pesawat harus pagi sekali.
Biarlah kukorbankan tiketku..
Malam beranjak.
Alhamdullilah...
Aku bisa singgah di tempat temanku yang membuka kursusan itu...
Dan 2 hari kemudian aku pindah majikkan...
menjaga kakek dan nenek..
Alhamdulliah...
luka terobati mereka sangat baik..
Puji syukur pada Allah Yang Maha Penyanyang...
Setiap musibah adalah ujian,
Ada hikmah di dalam sana.
Amin...
(T.Sas W)

 

Posted via T.Sas Wati


Posted via Blogaway

Jumat, 11 Oktober 2013

Cinta kita

Pagi itu masih buta...
Wajah murung selimuti garis wajahmu..
segurat rasa sedih jelas terbias di matamu..
Aku pamit kang.....
tolong jaga buah hati kita..
tolong jaga cinta kita...
esok bila sudah saatnya
kan bersama lagi....
ciuman sayang di kening masih terasa hangat.....
Tungggu aku kang....
masa kan datang...
ku kan kembali....


Jumat, 20 September 2013

Deru ombak

Deru ombak pantaimu
Getarkan di jiwaku
Aku berdiri kokoh
Diantara gelombang samudra
Aku...
Sang batu karang...
Tegar melawan arus..
Tegar di dera ombakmu..

Wahay...!!
Samudra....
Terkikis sudah oleh deras amukkamu
Masih tetap tetap kokoh
Meski nanti kan hilang
Oleh waktu..
         
          (21/9/2013)
      Sasongko.


Minggu, 21 Juli 2013

Cinta Tak Terungkap

Di dingin malam ini
Teringat seorang sahabat
Sahabat yang pernah singgah dihati
Pendiam
Pintar
Persahabatan yang indah
Terjalin
Antara kau dan aku

Ada binar aneh di matamu
Ada sesuatu tersimpan lewat tatap matamu
Virus
virus merah jambu di setiap gerikmu
Namun
ku coba untuk menepis prasangka itu
Karena ku rasa juga apa yang kau rasa
Ada jurang untuk itu
Antara sang pangeran
Dan
Gadis biasa
Tempis smua
Demi satu
Martabat
Martabat Keluarga besarmu
Sungguh
Cinta tak mungkin bersatu
Sampai Maut menjemputmu
Sungguh..
Kata cinta belum terucap..
Duhai sahabatku...
Tenang dalam tidur panjangmu
Damai dalam pangkuaNya...
(sahabat.D.r.t)


Selasa, 18 Juni 2013

Waktu berlalu

Kini senja telah berganti malam
Ku lewati dengan kebisuan hati
Sendiri dan sendiri seperti kemarin
Tiada canda
Tiada senyummu
Yang selalu manis menyapa di hari lalu

Aku masih di sini
Lewati sendiri
Rindu membuncah
Tak tumpah
karena angan mengharapkanmu

Gelap malam ini tiada bintang
Seakan enggan terangi hari sepiku
Kemana cahayamu
Sirnakah
Atau enggan menampakkan diri
Sepi...
Senyap...
Sendiri....


Senin, 22 April 2013

Tentang Hidup

Terik matahari
Membakar tubuh
Menghitamkan kulit
Legam...

Aku
Masih setia
Mengurai setiap keping rezeki
Meski panas membakar punggung
Inilah pilihan hidup
Tak banyak ku harap
Hanya sesuap nasi
Penyambung hidup

Wajah kumal
Pakaian kusam
Tetap semangat
Inilah aku
Inilah bahagiaku
Meski hanya pas-pas'an
Syukur adalah kuncinya.


Rabu, 27 Maret 2013

Bagai Mawar

Indah dengan kelopaknya..
Segar...
Wangi...
Di tompang dengan batang yang kuat...
Hijau daun yang indah...
Kontras dan sempurna dengan segala keindahan...

Banyak kumbang silih berganti...
Datang menghampiri....
Namun hanya satu...
Kumbang bisa memetiknya...
Tanpa tertusuk durinya...
Karena hanya dengan kelembutan..
Mawar kan terpetik dengan sempurna tanpa melukai...

Wahai kumbang.....
Kini mawar telah layu...
Terkikis waktu...
Satu persatu kelopak telah menghitam....
Adakah kau tetap setia seperti awal kau jumpa dengan segala keindahan...?

Wahai Kumbang....
Seiring waktu...
Mawar kan jatuhkan kelopak..
Karena tiada daya menompang beban...
Adakah kau tetap setia mencintainya...?

Wahai Kumbang....
Mawar kan pergi selamanya...
Adakah kau kan cari penggantinya?

(by sasongko)
27/3/2013.


Selasa, 19 Maret 2013

Puisi Tentang Hati

Aku masih disini..
Di batas senja tak bertepi..
Sendiri...
Menunggu waktu kan bergulir..
Hai senja....
Ratapku tenta cinta...
Ratapku tentang rindu..
Semua semu....

Aku masih disini..
Tentang puisi kata hati..
Tentang rindu tak bertaut...
Entahlah....
Sampai kapan ku menanti.. .
Menanti harapan yang pasti..
(suatu senja 19 /3/2013)


Senin, 18 Maret 2013

Sepenggal Harapan

Langkah kaki terasa ringan...
Kala hati penuh semangat..
Ada harapan tuk hari esok..
Meski tak seberapa hasil yang didapat...
Semua karena rasa syukur...
Mari kita belajar pada mereka yang tak mampu..
Namun penuh syukur...
Karena bahagia hanya milik mereka yang Nrimo Ing Pandum...


Jumat, 26 Oktober 2012

Nyawa Ibuku Sia-Sia Karena Cintaku Pada Laki-laki yang Salah

Perkenalanku dengan wawan aku semakin lupa diri.
Dia tampan.
Dia pandai dan berpengaruh di kampung tempat tinggalnya.
Aku bangga bisa menjadi pacarnya,walau akuu tahu aku hanya sebagai mainan belaka buatnya.
Ibuku yang mengetahui hubunganku denganya ,Beliau sangat marah dan tidak merestui.
Karena ibuku tau betul bagaimana sosok seorang wawan.

Cinta,,,,Karena rasa itu yang kumilikki untuk wawan.
Tak pernah bergeming atau tak pernah aku hiraukan nasehat ibuku.
Hingga terbersit niatku untuk melarikan diri bersama wawan agar kelak ibukuu merestui hubunganku.

3minggu sudah aku pergi dari rumah,wawan menyuruhku kost di sebuah villa .
Karena divilla hanya kami berdua,kamipun melakukan sesuatu yang tak pantas kami lakukan.
Tanpa penyesalan dihatiku keperawananku di renggut olehnya.
Hingga suatu hari wawan menyuruhku pulang kerumah,karena ibukuu datang kerumahnya dan mengancam
melaporkan wawan kepolisi,tapi aku menolak.
Aku semakin benci dengan ibuku.

Karena biaya villa yang begitu mahal,wawanpun menyuruh tidur di rumah teman atau kerabatnya,akupun menyetujui asal tidak bertemu ibuku.
Disaat aku tidur dirumah temanku,tiba-tiba ibuku datang menjemputku.
Kumaki ibuku dengan kata kasar.
Setelah debat akupun berlari menghindari ibuku.
Tanpa aku sadari ibuku menyusulku daari belakang tanpa menoleh kanan kiri dan tanpa ibu sadari
sebuah truck bermuatan tebu menghantam keras tubuh ibuku hingga hancur berantakan tanpa bentuk.
Aku berteriak dan terkejut,aku histeris menangis hingga tak sadarkan diri.

Hari-hari aku hanya bisa menangis,keluargaku dan tetanggaku menghujatku sebagai anak durhaka.
Aku menyesal dan hanya bisa meratapi,hanya wawan yang bisa membuatku tak begitu peduli dengan
orang-orang disekitarku.
Aku terlambat bulan  sudah 2 bulan,kukatakan ini pada wawan,tapi dia hanya menyuruhku untuk
mengguguurkan,aku terkejut.ini darah dagingnya,dia tega akan membunuhnya.
Tanpa aku sadari wawanpun berbalik kata kepadaku lebih kejam dirriku yang tega membunuh ibu kandungku.
Aku menangis mendengarnya,kamipun bertengkar  dan wawan mengatakan dia akan menikahi gadis lain
dan menyuruhku untuk tidak menggangunya.
Kutampar wajahnya dia hanya diam.dan berlalu meninggalkan aku dan janinnya.

Akupun terdiam dan berjalan menuju makam ibuku dan aku menangis tanpa henti  dimakam ibuku,ku cium batu nisanya,tapi semua terlambat ,aku hanya bisa meratapi semua.
Kukorbankan semua untuk laki-laki yang tak bertanggung jawab,aku menyesal dengan semua ini.
Aku memohon maaf pada pusaran ibuku tapi ku tahu semua sia-sia.

Semenjak ibuku meninggal dan wawan menikah dengan gadis lain,akupun pergi merantau  ke jakarta untuk
mencari pekerjaan,karena aku tak tahan dengan ejekan dan makian dari keluargaku dan tetangga,aku sedih di bilang pembunuh,pelacur yang hamil di luar nikah.
Semua tlah membuatku patah semangat.
Tapi aku harus kuat demi bayi yang aku kandung dan masa depan kami.

Setelah sampai di Jakarta aku bekerja sebagai pembantu di sebuah warung dengan gaji yang minim tapi aku
bersyukur.
Banyak orang-orang yang makan di warung menanyakan keberadaan bapak si jabang bayi yang aku kandung.
Aku berdalih jika suamiku bekerja di luar pulau.
9 bulan,setelah kejadian itu,bayiku lahir juga dengan selamat wajahnya mirip sekali dengan alm ibukku,
Aku menyayanginya dan berniat menyerahkan seluruh hidupku hanya untuknya.

Setelah 7 tahun,anaku sudah mulai sekolah dan membantu pekerjaan rumahku jika aku berangkat kerja.
Tapi entah kenapa,tiba-tiba perasaanku tidak enak,ingin sekali pulang kampung halaman.
Aku ingat bapaku,benar juga bapaku sakit keras setelah aku berusaha tlf.
Aku dan anaku pulang kampung juga.
Sesampai di kampung,,,,,
Semua tetangga  sudah tak memakiku seperti dulu.
Akupun merawat bapaku dan rutin kemakam ibuku.
2minggu setelah kepulanganku,keluarga wawan datang kerumahku mencoba untuk mengambil anaku.
Aku menangis aku tak terima karena anak laki-lakiku yang dulu mau di bunuh bapaknya kini seenaknya mauu di ambil.
Tapi mereka memaksa,sambil menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, kalau wawan tidak mungkin menjadi orang tua lagi,karena sekarang wawan sudah jajad,akibat kecelakaan di jalan raya,yang mengakibatkan kelumpuhan di organ tuubuhnya dan kehilangan kedua kakinya,sang istri meninggalkanya.
Aku merasa kasihan melihatnya,dan aku mencoba menjenguknya.

Esok harinya,,,,
Kaki ini serasa tak sanggup melangkah,saat melihat dia duduk di kursi roda tua,ku dekati dia,tapi muulutku tak mampu mengatakan sesuatu.
Wawan telah menjadi idiot,dia hanya bisa memandang tanpa bisa bicara,ku lihat airmatanya jatuh di kedua pipinya,aku tahu,dia ingin minta maaf padaku,tapi semua itu tak sanggup di utarakan,aku mencoba
menahan airmata,ku panggil anaku dan kusuruh dia memanggil ayah ke wawan,
Tanpa kusadari anaku mengatakan''dia bukan ayahku,aku nggak mau punya ayah seperti dia,aku malu sama teman-teman''
Aku kaget,kenapa dia berkata seperti itu,kutampar wajah anaku,karena aku emosi aku nggak ingin seperti itu,tapi bagaimanapun tak bisa menyalahkan puutraku karena hampir 8 tahun dia hanya hiduup denganku.

Ku lihat di kedua pipi wawan airmatanya menetes,aku tau apa yang dia rasakan saat itu,ku pegang tanganya, kasih waktu untuk semua.
Aku mengis iba melihat wawwan seperti itu,semua yang dulu sirna akibat kecelakan itu benar-benar tak sanggup berkata,seumur hidupnya tergantung orang lain untuk merawatnya,terbersit di hatiku''apa ini KARMA'',

Akupun berjanji pada keluarga wawan ku ijinkan putraku mengakui mereka sebagai keluarga,aku tak melarang putraku sering main ke rumahnya untuk menjenguknya karena rumah kami tak begitu jauh jaraknya.
Tapi setiap kali menjenguk,setiap kali juga wawan meneteskan air mata,karena putranya tak sudi memangginya ayah dan jijih jika aku suruh pegang tangan ayahnya,aku tak sanggup berbuat banyak  ku coba menjelaskan seumur putraku tak ada gunanya,
Dan hanya bisa menunggu waktu yang akan menjawabnya,kapan putrakuu memanggil wawan'AYAH'

SELESAI
(dari berbagai sumber,)

Sabtu, 26 Mei 2012

Lagu Cintaku

kau tlah merasuk dalam jiwa dan sanubariku,,,cinta tlah membutakan alam pikiranku,,,,dengarkan suara hatiku,,
meski malam telah larut,,wajahmu tak luput dari ingatanku,,,cinta,,biarkan tetap menyala seperti api dalam tungku,,membara seperti gelora dalam jiwaku,,,
andai kau izinkan,,,ku ingin tetap mencintaimu,,
meski tak sempat ku memilikimu,,,,
biarlah lagu dan musik jadi saksi betapa dalam rasa ini,,,,,
I love u honey,,,

Sabtu, 21 April 2012

Debu Terbaik

 Tahukah engkau bahwa Allah mengumpulkan debu-debu terbaik untuk terserap ke dalam tanah
dan di makan tumbuhan?
Kemudian tumbuhan itu di makan oleh binatang,,?
 Tahukah engkau binatang tadi lalu di makan oleh manusia,dan bagian daging binatang yang buruk menjadi kotoran,sedang daging yang baik menjadi sperma manusia,,,?
 Tahukah engkau bahwa setiap lelaki mengeluarkan sperma berjumlah dua ratus lima puluh juta spermatozoit dan hanya satu yang berhasil memeluk ovum di dalam rahim seorang istrinya?
 Satu spermatozoa itu harus bisa mengalahkan dua ratus lima puluh juta para pesaingnya.Ia meski berjuang keras untuk menjadi yang terbaik diantara para pesaingnya.Dan berkat kegigihanya dan serta kepercayaan dirinya,ia mampu mengalahkan semua pesaingnya itu dan mendapatkan anugerah besar untuk bersanding dan bersama-sama ovum menikmati hidup selanjutnya serta membuat perubahan besar dalam hidup
 Oleh karena itu spermatozona dan ovum selalu berkomunikasi dan menyelaraskan jalan pikiran mereka.Karena mereka berdua bisa mengerti dan memahami jalan pikiran serta tugas masing-masing,maka mereka berhasil menjadi segumpal darah .
Tidak sampai di situ.
 Mereka harus berbuat yang terbaik.Mereka terus setia dan berusaha mengikuti petunjuk dari Allah sehingga bisa langgeng penuh kebahagiaan menjaga mahligai cinta hingga Allah memberi rahmat dan perubahan menuju kebaikan terjadi lagi.Kini mereka menjadi segumpal daging.Lalu dengan saling percaya,mereka saling menjaga diri serta terus berbuat baik hinggal segumpal daging itu berubah menjadi sosok manusia.Tsumma sawwaaka rojula.
 Di dalam rahim,sosok manusia yang baru beranjak dari sekedar embrio,berusaha sekuat tenaga dan seluruh kemampuanya untuk bisa keluar ke alam dunia.
 Luar biasa,,,,,!!!Akhirnya mereka berhasil untuk bisa keluar dari rahim melalui pintu yang sangat sempit sekalipun,yang otak manusia tidak akan bisa percaya bahwa manusia sebesar itu keluar dari lobang yang sangat kecil.
Sebab memang demikianlah keadaan manusia.Kebanyakan manusia kurang percaya bahwa Allah maha mampu segalanya.
 Mereka bisa keluar dari lubang yang sulit di percaya itu adalah karena terjalinya sebuah kerja sama yang hebat antara ovum dan sperma.Satu diantara mereka bisa saling mengalah agar tidak berbenturan pendapat sehingga semua rencana dapat berjalan lancar.
 Dan setelah sosok manusia keluar dari rahim,seakan Allah dengan bangga mengatakan,''laqad kholaqnal insana fiy ahsani taqwim''.Dengan rasa bangga yang luar biasa lanttaran telah mampu mengalahkan duaratus lima puluh juta para pesaing  dan menjadi yang terbaik,Allah menyambut dengan hangat kelahiran itu lewat senyum sumringah dari setiap orang yang menyaksikan.
 Tahukah engkau,bahwwa ternyata manusia hebat itu adalah dirimu?Ya,ternyata kehebatan dirimu adalah yang menjadi yang terbaik di antara para pesaingmu,Engkau pernah menjadi juara.Engkau pernah mampu menyatukan fikiran terhadap pasanganmu untuk bisa keluar sebagai pemenag.
 Lalu,setelah menjadi yang terbaik,apakah kemudian engkau malah merubah diri menjadi tertindas,terhina,dan tereleminasi dalam kehidupan ini,,?
 Jangan engkau beralasan bahwa keterpurukanmu di sebabkan pasanganmu yang yang tidak bisa sepaham  denganm.Jangan pula mencari orang lain sebagai kambing hitam atas kenestapaanmu.
 Sungguh,bukankah engkau pernah dari sekedar bisa untuk menyelaraskan fikiranmu dengan psanganmu,dahulu saat dalam rahim?
 Bukankah pula engkau mampu terus mengalah demi yang terbaik terhadap pasanganmu.
Barangkali,jika dahulu engkau bisa melakukan itu karena engkau tidak merasa engkau lebih hebat dari pasanganmu.
Barangkali,engkau berjiwa besar untuk mampu menerima dan memahami  karakter serta watak pasanganmu sehingga engkau bisa bersatu bersamanya melakukan perubahan besar yang berulang-ulang dalam kehidupan rahimmu?Sekarang engkau terpuruk karena sudah tidak bisa berjalan lagi dengan pasanganmu.
Engkau tidak bisa lagi percaya terhadapnya,Engkau tidak lagi bisa masuk dalam medianya.Itu bukan mutlak kesalahanya,Tapi ada juga kontribusi dari pikiran negatifmu dalam menilai gelagat kehidupanya
 Ada hal yang harus engkau renungkan mengapa kini pasanganmu tidak bisa lagi selaras denganmu.
Barangkali engkau merasa lebih tinggi darinya,atau setidaknya engkau merasa memiliki derjat yang sama denganya,sehingga ia mempperlakukanmu dengan perangai yang engkau anggap melecehkanmu,dirimu tersinggung,dan mengambil sikap sendiri,Padahal bukankah Hawa tercipta buatt menemani sang Adam?Lupakah engkau bahwa ovum  hanya menunggu dan menerrima kedatangan sperma?Ovum dapat mengolah setiap perbuatan sperma menjadi sesuatu yang baik meski yang di lakukanya oleh spperma tidak sesuai dengan keinginananya?
 Memang demikianlah karakter orang hebat,selalu mencari kebaikan dari sebuah keburukkan.Mampu beradaptasi di manapun berradadalam kondisi apaun.Tidak memperbesar masalah yang sebetulnya bukan masalah.
 Membuang jauh-jauh atas prasangka yang tidak di lihat dengan mata kepalanya sendiri.Bahkan setelah di lihat dan itu benar-benar terjadi pun ia masih mencari-cari kebaikan agar bisa memaafkan kesalahan itu,dan rencana  menuju bahagia bisa berjalan dengan mulus.Imam Ali berkata bahwa prasangka adalah seburuk-buruknya dusta.Pasti suatu saat nanti ada masanya untuk sadar.
 Hidup adalah pilihan.Maka semua terserah pada pilihanmu,May\u sabar,ujungnya akan manis,Namun jika kau turuti emosi dan keangkuhanmu,engkau akan terus memulai tanpa ada akhirnya.
Bukankah sesuatu yang baru di mulai sangat melelahkan?Kalau begitu mengapa harus memulai kembali sesuatu yang sebetulnya tinggal melanjutka?
Salam hangat.



(di kutip dari majalah Irsyad)

Jumat, 30 Maret 2012

Aklak

 Dalam penjagaan aklak,lelaki dan wanita memikul tanggung jawab sama beratnya
Keduanya perlu menjaga batas pergaulanya,menuttup aurat dan menjaga pandangan.
 Hari ini,sebagian wanita tidak menjaga aurat,tidak menjaga batas pergaulan dan lelaki juga sama
berperan kepada fenomena ini.
 ''Lelaki itu adalah pelindung/pemimpin bagi wanita''itu di tegaskan dalam al'Quran.
Kenapa wanita baik gadis atau istri menampakan aurat di khalayak ramai,Sebabnya ialah ayah atau suami
tidak menjalankan tanggung jawab mendidik dan membimbing wanita.
 Jika mereka menjalankan peranya sebagai ayah dan suami maka tidak akan terlihat perbuatan membuka aurat secara leluasa di kalangan masyarekat islam saat ini.
 Wanita hari ini diekploitas semaunya oleh industri perdagangan.Wanita menjadi bahan komersial yang di perdagangkan.Benar mereka menjadi hiasan cover majalah,koran,papan reklame dan wanita dengan pakaian menggiurkan,Siapa di belakang mereka...?
 Dibelakang mereka ialah perusahaany multinasional yang menjadikan wanita bahan penglaris.Dibelakang mereka juga industri busana yang kebanyakanya di pelopori desainer busana lelaki.
 Setiap kali terlihat wanita memamerkan aurat,terfikir siapakah yang bertanggungjawab ke attas wanita.
 Jika dia masih gadis maka,ayahnya yang akan di persoalkan oleh Allah nanti,Jika dia sudah bergelar seorrang istri,maka suaminya yang yang akan mempertanggungjawwabkan.Jika mereka gagal memberikan jawaban yang benar,maka mereka akan menaggung akibat di akherat nanti karena bersifat dayyuts(tidak mampu memimpin istri dan anak permpuanya)
 Mengenai jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki menunjukkan bahwa tanggungjawab seorang lelaki
pada akhir zaman amat berat.Jika ada seorang lelaki shaleh maka dia harus mengambil tanggungjawwab bukan saja ke atas anak istrinya,tetapi anak saudaranya,sepupunya,kakak adiknya,dan siapa saja yang dalam lingkungan keluarganya.
 Apabila sebagian besar lelaki tidak memenuhi peranya itu maka perananya itu beralih kepada lelaki shaleh yang berada dalam keluarga yang berkenan.
 ''Hendaklah takut kepada Allah,orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah dan di kwatiri akan keselamatan mereka.Oleh itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapakan (berkata perkataan yang baik dan bijak)

(dari berbagai sumber)


Posted via Blogaway